Pages

Wednesday, May 29, 2013

Hari Gini Gak Ada Pulsa?



“Halo, sayang tolong jemput aku, mobilku mogok.”
“..”
“Halo..Halo sayang.”
-Tut tut tut-
Saya menekan beberapa angka di layar ponsel, seketika informasi pulsa muncul di layar ponsel. Saldo pulsa tak mencukupi untuk melakukan panggilan. Saya meringis, mau menangis pun tak memecahkan masalah.
**
Bayangkan, jika Anda dalam keadaan genting seperti di atas harus menelpon atau sms, tapi ponsel  Anda mendadak habis pulsa. Atau lagi dikejar deadline tulisan dan harus konek dengan internet, tapi modem habis pulsa juga. Rasanya dunia akan berhenti sejenak, peluh membasahi tubuh dan tak tau harus gimana, butuh waktu beberapa menit untuk menyadarkan diri dan mencari pulsa agar bisa terkonek lagi.
Itu hanya pengambaran kecil saja, bagaimana pulsa sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan kita. Saya sering mengalami hal tersebut. Jadi, untuk mengatasinya saya mendownload m-banking di smartphone dan membuka usaha jual pulsa di rumah.
Kenapa M-Banking dan Jual Pulsa?
Fasilitas yang ditawarkan m-banking, tak hanya sekedar mengecek saldo atau transfer saja, inovasi pun dikembangkan, berbagai pembayaran dan pembelian bisa melalui m-banking. Salah satunya membeli pulsa GSM dan CDMA. Fasilitas ini sungguh membantu saya, jika lagi di jalan dan tiba-tiba butuh pulsa. Pembelian pulsa otomatis akan mengurangi saldo, jadi pastikan saldo Anda minimal 100rb.
Di rumah, saya memulai bisnis kecil-kecilan, jualan pulsa. Semua berawal karena kebutuhan pulsa yang sangat tinggi. Saya memulai usaha ini sebagai sampingan pendapatan dan sewaktu-waktu jika habis pulsa di ponsel, saya tak perlu repot untuk mencari counter pulsa.  Pulsa yang dijual dalam bentuk pulsa elektrik. Pulsa elketrik lebih praktis dan tidak membutuhkan waktu lama untuk mengisinya bila dibandingkan dengan pulsa dalam bentuk voucher. Efektifitas pulsa elektrik sudah terbukti, tak sampai semenit, ponsel kita sudah terisi pulsa. Tingkat erornya pun dibawah 1%. Untuk harganya? Pulsa elektrik termasuk murah dibandingkan pulsa voucher. Sebagai penjual pulsa, pernah sekali dua kali, gak bisa mengisi pulsa, sudah pasti membawa kerugian bagi saya. Setelah menghubungi customer service tempat saya membeli pulsa, ternyata server mereka down. Hal ini menjadi warning bagi para distirbutor pulsa karena masyarakat sekarang ini menginginkan hal yang praktis dalam pengisian pulsa tanpa mau tau hal-hal teknis.
Nah, sekarang ini ada layanan yang memudahkan Anda untuk menjadi agen pulsa dengan server yang oke, tak perlu ribet untuk daftar dan deposit ke kantor, cukup lewat sms di mana pun Anda berada, Anda langsung menjadi agen. Namanya POJOK PULSA. Di pojok pulsa, kita tak perlu repot untuk mendaftar, depositnya pun sesuka hati kita yang penting pastikan saldo rekening Anda terisi. Selain bisa dipake pribadi, bisa juga dijual. Menguntungkan bukan? Pulsa yang ditawarkan adalah pulsa elektrik, soal harga, murah! Mau tau panduan untuk jadi member pojok pulsa beserta depostinya? Klik di sini saja.

Kedua hal di atas merupakan solusi praktis bagi saya untuk mengisi pulsa. Nah, jika m-banking dan saldo pulsa saya habis, saya tak sungkan meminta bantuan suami atau sahabat untuk mengisi pulsa saya. Praktis bukan?
Teknologi komunikasi berkembang pesat, berbagai merk dan model serta kecanggihan smartphone diciptakan untuk memudahkan komunikasi. Mengutip salah satu jargon perusahaan telekomunikasi : ‘Dunia dalam genggaman Anda’, gimana mau menggenggam dunia jika smartphone atau ponsel Anda yang mahal itu tak ada pulsa? Ahh, jangan malu-maluin lah, pake smartphone mahal tapi gak ada pulsa. Pulsa murah ditawarkan berbagai counter sebagai trik marketing dan kemudahan bagi Anda. Jadi, tak ada alasan lagi smartphone, modem dan ponsel Anda tak ada pulsa.


Postingan ini dalam rangka Lomba Blog Pojok Pulsa:
Mau Pulsa Gratis? Follow: @pojoktweet | Facebook Page Pojok Pulsa | Pojok Pulsa Google Plus Page

Tuesday, May 28, 2013

3 Bandara, 3 Kenangan



Kulirik tiket pesawat di tanganku, disitu tertulis tujuan, nomor tempat duduk dan nomor penerbangan. Aku mendesah pelan. Harus menempuh perjalanan berjam-jam untuk nyampe di kampung halaman. Rela transit berjam dan ganti pesawat. Tapi, aku menikmatinya.  Aku menikmati keriuhan bandara, berada diantara orang-orang yang tak kukenal, mengamati tingkah laku mereka dan terkadang aku asyik dengan gadget tanpa memedulikan sekitar. 

Kali ini, aku hampir ketinggalan pesawat. Alarmku mati! Aku pun tergopoh-gopoh ke bandara, jarak tempuh rumah ke bandara lumayan jauh, sejam. Tiba di bandara, antrian check-in sudah lenggang, beruntungnya aku. Tak perlu berlama, kertas check-in kukantongi dan secepat kilat aku menuju gate 2. Masih tersisa 5 menit sebelum panggilan masuk pesawat. Aku memilih duduk dekat kaca, seperti biasanya.  Aku tak terlalu bersemangat untuk kepulangan kali ini. Ada sesak yang menelusup yang tak bisa kuungkapkan. Suara panggilan masuk pesawat membuyarkan lamunanku. Aku memilih menjadi yang terakhir masuk ke pesawat. Akhirnya, saat itu tiba juga, meninggalkan kota batik dan kamu, suamiku.

Perjalanan Solo-Jakarta ditempuh dalam waktu kurang lebih sejam. Sekali lagi, aku menjadi penumpang terakhir yang keluar dari pesawat. Memasuki bandara terbesar di Indonesia, langkahku terhenti sejenak, kutatap ruangan nan besar yang berdiri megah dihadapanku. Aku mendesah pelan, seketika sekelebat bayangan kenangan melintas di benakku. Di tempat ini, tersimpan kenangan akan pertemuan dan perpisahan, denganmu, yang kala itu masih berstatus kekasih. Kita berdua memilih tempat ini, untuk bertemu lagi setelah melewati tahun-tahun sulit dalam perjalanan kisah kita. Serasa masih kemarin, aku menunggumu di depan pintu kedatangan. Kamu datang dari arah berlawanan, ya kala itu pesawatmu tiba di terminal 2 sedangkan aku di terminal 1. Di terminal 1 ini, kita bertemu lagi, pelukanmu yang hangat menyambutku. Tanganmu erat menggenggam tanganku, seakan tak mau lepas lagi. Dan di bandara ini, aku menangis saat harus berpisah denganmu lagi.

Kuedarkan pandangan di sekeliling, kini aku sendiri tanpamu. Aku mengetik sebuah pesan singkat, mengabarimu kalau aku sudah tiba di Jakarta. Tak lama berselang, ponselku berdering, telpon darimu. Baru sejam berpisah, rasa rindu mulai menggerogoti jiwaku. Kubuang pandanganku ke luar kaca besar, bandara ini sudah banyak berubah. Kulirik ke kanan, tampak seorang ibu paruh baya yang asyik ngobrol dengan suami dan anaknya. Dari arah kiri, tampak seorang gadis dan laki-laki yang asyik dengan gadget masing-masing.
Dari pengeras suara terdengar pengumuman, pesawatku akan transit di Surabaya. Semakin panjang perjalananku. Waktu take off tiba juga. 

Jakarta-Surabaya ditempung kurang lebih satu setengah jam. Ini kali kedua, aku menginjakkan kaki di bandara Juanda. Surabaya identik denganmu, sahabatku, Mas Daniel. Aku terlempar ke ingatan akan pertemuan denganmu pertama kali. Kala itu, aku akan menghadiri acara Blogger Nusantara di Sidoarjo, aku yang buta Surabaya memintamu untuk menjemputku. Tiba di Surabaya kala itu, aku begitu gugup. Keluar dari pintu kedatangan, aku langsung menelponmu. Kamu mengatakan menungguku di depan rumah makan Minang. Dari kejauhan, nampak sosok lelaki bertubuh ringkih, berbalut kemeja dan jeans, rambut panjang tergerai masai. Kesan pertama saat melihatmu, lelaki urakan. Ternyata kamu beda saat ketemu langsung, lebih enak diajak ngobrol.
Aku melangkahkan kaki menuju di gate 5. Aku tak terlalu suka dengan bandara ini, terasa sangat sesak. Kafe yang berjejer membuat ruang gerak jalan semakin sempit. Ditambah lagi, penumpang yang berjubel, membuat ruang gerak semakin sempit. Tak jauh berbeda dengan selasar yang kulalui, gate 5 pun penuh dengan penumpang berbagai tujuan. Transit di bandara ini tak selama sebelumnya, hanya 15 menit saja. Sekali lagi aku menjadi penumpang terakhir yang masuk ke pesawat.

Dua jam setengah waktu yang dibutuhkan untuk tiba di kota tujuan utama, Manado. Tak ada yang berubah dengan Bandara Sam Ratulangi. Masih seperti setahun lalu saat aku meninggalkan kota ini untuk ikut denganmu. Biasanya aku yang menunggumu di depan pintu, kali ini aku yang keluar dari pintu, tanpamu disampingku.

Perjalanan kali ini sungguh melelahkan. Berpindah dari satu bandara ke bandara lain, menyeretku dalam pusaran kenangan. Tapi, itulah yang membuat bandara  spesial bagiku. Pertemuan dan perpisahan yang terjadi, membentuk sebuah kenangan. Bandara, beribu orang bertemu dan  berpisah, ada haru, tangis, tawa yang menyelimuti tempat ini. Aku tak pernah bosan menjadi bagian didalamnya. Tapi, untuk kali ini aku tak ingin, aku hanya ingin duduk disampingmu, menyusuri lekuk kota saat senja dan menghabiskan malam dalam pelukanmu.

Aku melangkah dengan enggan, kudorong trolly melewati pintu kedatangan, tampak mama dan koko sudah menungguku. Ponsel  berdering, tak perlu melihat layar, aku sudah tau telpon itu darimu, suamiku. Ingin secepatnya meninggalkan bandara, berada di sini membuatku tambah sesak akan rindu dan kenangan.

Saturday, August 20, 2011

back from hibernate

holaaaa....astaga ternyata blogger mengalami kemajuan yang sangat amat pesat dan diriku masih ketinggalan hikz
rindu sekali menulis di blog ini.. tapi apa daya, kemalasanku dan rutinitasku membuat tali silaturahmi dengan temen-temen blogger terputus dan passion menulis saya down :(

temans, skrang aku udah pindah ke www.hujanpelangi.com jadi bagi temen-temen yang udah link blog ini tolong diganti aja :)
saya juga mo pindahin blogroll nya ke blog baru biar keep contact..

satu per satu temans yang udah mengunjungi blog saya ini akan saya kunjungi balik.. tapi sabar yah hehehe
makasih yang udah nge-link saya..maaf kalo belum sempat link balik..

salam..

Monday, August 30, 2010

teruntukmu

dan kau terdiam di ujung sana
menatapku dengan senyummu
perlahan kau melangkah pergi
jauh dan semakin menjauh

ingin ku teriak namamu
tapi suaraku tertahan,tak bisa ku teriak
ku berlari mengejarmu
tapi ku tersungkur di jalanan itu

ku menangis..
kau pun menghentikan langkah sejenak
matamu menatapku seakan mengatakan "tak usah mengejarku"
ku ulurkan tangan tapi bayangmu semakin menjauh

di senja itu..
kau perlahan pergi..
tak kuasa aku menahanmu
ingin menaklukkan dunia katamu

kau membawa sejuta rinduku
adakah suatu saat nanti,
sebongkah rasa rindu teruntukku
wahai pria senjaku??

ku kirimkan rindu ini
kepada angin untuk disampaikan padamu
dan doa yang ku lantunkan
kepada para malaikat untuk selalu menjagamu

2.50pm
300810

Saturday, August 07, 2010

Shopping Make Me Orgasm

Okay peps, maaf kalo rada gimana gitu judulnya, seperti judulnya pasti sayah akan membahas soal salah satu hobby sayah yaitu : Shopping.
Tadi sebenarnya niat mo tulis tentang sahabat, tapi berhubung foto-fotonya kudu di dunlud dan lengkap di facebook, daaan facebook dikantor sudah diBLOCKIR!! bener-bener nangis bombay berjamaah dah. Secara hiburan yang sangat menghibur adalah facebook. *nunduk lesu* untung twitter gag diblockir,emang siyh punya gadget tapi gimana yah gag komplit kalo gag dari PC.
Udah tambah ngelantur, so langsung ke topic.



Perempuan mana seh yang gag suka shopping??oh cmoon, im so sure for all of u gals,loves shopping. Gag ada yang salah dengan shopping, bagi sayah pribadi dengan shopping bisa mengurangi penat, stress dan saat shopping ada suatu rasa yang gag bisa sayah ungkapkan, rasa membuncah senang yang teramat sangat. Apalagi dapetin barang yang di idam-idamkan sedari dulu, gosh make me orgasm!!! 
Bagi sayah shopping gag terpatok untuk barang-barang seperti baju, sepatu, tas aja tapi bagi sayah buku, dvd, aksesoris udah termasuk item SHOPPING :D 

Sedikit tips shopping ala ranny :
- Udah menyesuaikan budget untuk shopping
- Jadilah smart buyer, silahkan gunakan kartu kredit dengan membeli barang cicilan 0% 
- Shopping saat sale apalagi salenya plus plus
- Membeli barang kudu diliat keseluruhan barang jangan hanya karena sale nya miring sangad langsung maen tabrak aja.
- Gunakan duid pribadi, hobby shopping jangan sampai merugikan orang lain such as : pacar yang bayarin (syukur kalo si pacar ikhlas), abisin duid ortu (bagi yang belum kerja seh gpp minta duid ke ortu tapi kira-kira dunk ;))
- Saat shopping gunain sepatu ato sandal yang nyaman karena pastinya gag cuma satu tempat aja yang akan dimasukin tapi seluruh gerai yang ada di mall keknya maw dimasukin bahkan sampe pindah mall :D
- Jangan lupa makan pastinya!! hehehe 

Syukurlah hobby shopping sayah masih dalam taraf yang normal, belum sampe addicted banget, apalagi shopping yang branded dan ngabisin duid jutaan rupiah. Keknya belum sampe segitunya. Sometimes, mama sering manyun kalo liat sayah udah beli kemeja harga ratusan, bagi sayah bukan soal nilainya tapi model dan kenyamanannya dan emang udah sering beli merk itu. Hal itu yang membuat sayah rela abis ratusan untuk sebuah kemeja, apalagi kalo ada diskon hohoho i love it  much. 
Melihat lemari dengan bajubaju yang tergantung rapi, sepatusepatu yang terususun rapi, bukubuku yang berjejer rapi di rak, dvd dan vcd yang berjejer, aksesoris yang tertata rapi membawa suatu kenikmatan tersendiri bagi sayah, perasaan senang yang tak terkira, kebahagiaan pribadi!!

Tadi malem sempet chatting dengan sahabat sayah, sendy yang ngobrol soal shopping. 
Sendy : "Napa seh ce hobby banget shopping?"
Me : "Shopping bisa bikin orgasme!!"
Sendy : "hahaha trus kalo shopping tas eh merembet ke baju, jilbab, bros, sandal lah, sepatu yang kudu disesuaikan semua, kenapa siyh?apa ny juga gitu?"
Me : "hahahahhaa ya kek gitu lah cewek, semua kudu disesuaikan,tapi ny gag langsung beli sekalian gituh,jadi belinya bertahap."
Sendy : " ya sama aja intinya kudu menyesuaikan apa yang udah dibeli sebelumnya to."
Me : *nyengir*
Apa yang ada dipikiran sendy juga pasti sama di pikiran lelaki lainnya yang punya pacar ato istri yang hobby shopping. 

Ya gitulah perempuan, ingin mix and match, tiap hari selalu aja ribeud maw pake kemeja apa di pas in sama tas, sepatu dan aksesoris hahahaha bahkan kalo mo ada acara, dari jauh hari sebelum hari H udah mikir mo pake apa dan kalo gag ada di lemari pasti deh udah hunting. Kek tar sore mo jalan sama temen, pengen pake dress hitam, sandal pink, tas senada, aksesoris pun condong ke pink maka sibuklah sayah cari bolero rajut pink! hihihihih

At least, gag ada yang salah kalo kita maw shopping. Secara bagi sayah pribadi yang udah kerja, menikmati hasil kerja sekaligus menyalurkan hobby ya dengan shopping. Menikmati dunia itulah yang selalu ku ucapkan, apa guna capek-capek kerja tapi ber-pelid terhadap diri sendiri, terlalu mikir inilah itulah, maw beli ya beli!! Nyesel kan kalo kelamaan mikir dan pas balik tuh barang dah gag ada.
Lagian gag ada kan fatwa dari MUI yang mengharamkan shopping *plak* hehehe

So, if u ask me, why u love shopping so much??
'Coz shopping make me orgasm!!! ;) hahahaha
La vita bella dear, so enjoy ur life....