Rindu Pangkat n

Kukirimkan padamu sebuah surat. 
Yang mungkin sampai pada akhirnya, tak kan terbaca. Tak mengapa. 
Aku hanya ingin menyampaikan, mungkin lewat angin, atau pada basah di jendela, sepeninggal gerimis yang sesaat telah berlalu. Menyampaikan tumpukan rindu yang tibatiba membuncah, dan membuat segalanya menjadi biru. Hanya biru, bukan kelabu. Biru yang akhirnya menyatu dengan senyumku. 


Yah, rindu dan senyum. Takkan membuatnya menjadi kelabu, bukan?!Kamu pasti akan senang

-seandai mendengarnya-


karena tak lagi seperti yang telah lalu. Aku merindu, lalu aku tersipu. Bukan lagi kelabu, lagi lagi. Kadang, saat seperti ini,ingin kutanyakan langsung padamu.Seperti yang biasa aku lakukan. 

"Hei,apakah kamu sedang memikirkanku?",
 lalu kamu akan bekata,
"Yah, 10 menit yang lalu."
"Oh,no..stop it!! I can't
work!!

""Mengganggu yah? Kalau begitu, aku akan kurangi, tapi ini sulit sekali, aku kangen."
Ujarmu, kala itu. Manis ya? Memang manis, dan aku akan selalu tersenyum jika mengingatnya


Tapi, itu dulu. Lalu sekarang, aku kira aku hanya akan membiarkannya begitu saja. Tidak juga menduga, atau langsung mengangkat telpon dan menekan nomermu. Tidak, aku tak akan melakukannya. 



Biarlah rasa manis ini tetap disini.
Berdampingan dengan senyumku, setelah gerimis usai.


by : dk, 27 Maret 2010, 8.47 am


*kisah berdua yang ditulis dengan bahasamu, yang membuat diriku tersenyum dan langsung meng-sms dirimu sehabis membaca tulisanmu itu... is it for me??ritee??? sampai detik ini masih bengong aja kalo ternyata tulisan itu untuk diriku ini dari seorang alien gondrong hiiiiyy >_<,karena dirimu suka malumalu buaya wat ngaku kalo tu tulisan untukku, mana percakapannya direvisi lagi :D tapi biar bagaimana pun dirimu adalah seseorang yang skarang bersamaku. Walau jarak (sekali lagi) harus membentang luas dihadapan kita. Tapi ku percaya, hari itu takkan lama lagi tiba untukku, untukmu dan mereka.


Terima Kasih..

Share:

28 comments