Pilpres itu..

Judulnya seperti berat yah tapi tenang ajah, ga seberat berat badan sayah kok :)
Ga kerasa Pilpres tinggal 2 hari lagi, tapi ga seperti pemilihan legislatif yang kemaren, Pilpres kali ini terkesan adem ayem ajah. Pemandangan mata pun begitu sejuk karena tidak ada gangguan dengan bendera-bendera partai, keindahan tata kota pun tidak "dirusak" dengan baliho ataupun spanduk dari tiap calon, tidak banyak stiker yang beredar, tidak kaos yang dikasih dengan cuma-cuma ataupun sumbangan baik untuk tempat ibadah ataupun pembangunan kampung. Waktu 1 bulan untuk kampanye pun ga kerasa, tidak ada massa yang turun ke jalan untuk kampanye kalaupun ada tim sukses yang datang itu pun tidak se-"wah" dengan pemilu kemaren. Pergesaran yang begitu drastis dari Pemilu Legislatif ke Pemilu Presiden.
Yang paling marak dan paling medapatkan keuntungan adalah kampanye di media massa baik cetak maupun televisi.
Media Massa cetak "bertabur" berita mengenai kampanye tiap tim sukses, serang-menyerang antara tim sukses, saling mengklaim program, iklan 1 halaman full colour, iklan banner full colour yang hanya mau di pasang di halaman utama, pemberitaan kegiatan yang dilakukan oleh tim sukses yang membawa keuntungan penjualan koran. Keuntungan yang didapat semua media massa dipastikan bertambah seiring dengan pelaksanaan Pilpres ini, tapi pendapatannya sudah dipastikan tidak sebesar dengan Pemilu Legislatif kemaren karena tiap caleg berlomba untuk beriklan dan memberikan pemberitaan baik mengenai dirinya, janjinya maupun kegiatan yang dilakukan.
Media elektronik seperti televisi dipastikan meraup keuntungan yang besar (dari sudut pandang sayah). Kenapa? Bisa diliat iklan-iklan yang sering tayang dari tiap calon presiden, durasinya pun lumayan lah, ada juga salah satu calon yang paling banyak iklannya dengan beragam materi dan model iklan beserta jingle nya. Harga untuk iklan-iklan tersebut tidaklah murah dan sangat menguras "kantong" tiap tim sukses. Dan yang paling teranyar adalah Debat Capres dan Cawapres yang membuat semua stasiun televisi swasta berlomba-lomba mendapatkan hak utama untuk menyiarkan nya dan dipastikan ratingnya pasti tinggi.
Tetapi, apakah semua iklan dan pemberitaan yang ada bisa menarik minat bagi para pemilih untuk memilih mereka??
Yang ingin saya sorot adalah pengeluaran untuk biaya iklan, diperkirakan salah satu calon mengeluarkan kocek yang sangat besar untuk biaya iklan ini, sunggun sedih sayah, kenapa uang itu tidak digunakan untuk membantu orang yang lebih perlu seperti korban LUMPUR LAPINDO, lebih bermanfaat dan menyentuh.
Aahh sudahlah guna apa juga, mereka lebih pinter, mereka lebih tau gimana seharusnya. Saya hanya orang awam aja yang sedih melihat politik bangsa ini dan moral yang sudah mulai menyurut yang sudah lari dari tatanan kehidupan ke-timur-an.

Ingin sekali saya mempunyai Presiden yang membumi, yang tidak jaim, yang bisa ga kalo berada dalam fasilitas umum itu tidak menggunakan kekuasaannya untuk bisa mendapatkan pelayanan yang Lebih Cepat dan Lebih Baik, seorang Presiden yang maw makan di tempat umum dan mengantri, yang me Lanjutkan program-program yang telah dijalankan sebelumnya, menjaga adat ketimuran, yang tegas dan bijaksana dalam mengambil keputusan, bisa ada kebijakan yang Pro Rakyat kecil (terutama di bidang pertanian).
Siapa pun Presiden yang terpilih kelak, semoga bisa membawa Indonesia lebih baik

Inga-inga Pilpres tanggal 8 Juli 2009..

Selamat hari senin temans, love monday..

Share:

13 comments