Alangkah Lucunya (Negeri Ini)

Sunday, April 25, 2010

Hari ini jadwalku (cieeee) sebenarnya maw  Me Time, tapi entah karena cuacanya mendung dan membuatku jadi rada malas beranjak dari depan komputer :) dan mendengar cici ku maw keluar ma kak Dewi, diriku langsung ngekor ma cici, pengen nonton 21. 
Akhirnya sampai di Manado Town Square, ketemu sama temen-temen cici dan berencana nonton film Alangkah Lucunya (Neger Ini) garapan Dedi Mizwar. Sebelumnya udah baca resensinya tapi rada-rada lupalupa ingat :(


Sayah tidak ingin menceritakan isi dari Film ini, silahkan temanteman tonton film ini karena film ini sayah REKOMENDASIKAN UNTUK WAJIB TONTON!!
Kenapa sayah rekomendasikan ke temanteman, karena ini adalah salah satu film Indonesia yang BERMUTU dan sangat MENGINSPIRASI, untuk akting para pemain sudah bagus.
Film ini sangat mengena dengan aspek kehidupan kita sekarang, lebih tepatnya "sindiran" halus untuk korupsi dan pandangan orang mengenai "mencuri uang" dalam skala besar dan kecil.
Di Film ini juga mengajarkan kita untuk bisa menjadi manusia yang berguna bagi sesama dengan mengamalkan pendidikan kita.
Sedikit tergelitik aku akan percakapan antara Dedi Mizwar dan Jaja Miharja yang berantem masalah : "Pendidikan Itu Penting Ga seh??" dan yang di jawab dengan enteng dalam percakapan antara Muluk (pemeran utama Reza Rahardian) dan Samsul :
Samsul : "Tak ada gunanya pendidikanku ini Mul, baru ku sadari bahwa pendidikan itu tidak penting.."
Muluk : "Pendidikan itu penting makanya karena penting baru kau sadar bahwa sebenarnya pendidikan itu tidak penting.."
Samsul : *bengong*
Membuat kami tertawa atas percakapan ringan itu..karena zaman sekarang ini orang berlomba-lomba untuk mendapatkan pendidikan tapi sayangnya kenapa semakin berpendidikan kok berkelakuan seperti orang yang tidak berpendidikan??
Dan membuat refleksi atas apa yang haram dan mana yang halal, membuat bertanya apakah selama ini kita memakan uang halal apa haram??
Overall dari cerita ini sungguh mengesankan dan ku acungkan 4 jempolku untuk film ini :) Bravo untuk Film Indonesia... Harusnya para sutradara muda kita bisa membuat film yang bermutu seperti ini tidak melulu dengan film horor yang ga jelas maknanya dan tidak mendidik sama sekali!!!
Ironis, mosok sutradara yang "tua" bisa membuat film sebagus dan mendidik seperti ini dibandingkan sutradara "muda" yang katanya ampe berguru ke tanah seberang demi sebuah ilmu perfilman yang hanya menghasilkan film tidak mendidik seperti itu??
hmm kayaknya dipertanyakan lagi : Penting ga seh Pendidikan??? *halaaaah*
Pokoknya dijamin gag nyesel nonton film ini...ayoo buruan nonton ^^

Sebelumnya sayah tidak pernah membuat resensi sebuah film walaupun film itu kesukaan sayah,baru kali ini sayah tertantang untuk membuat sebuah tulisan mengenai sebuah film Indonesia, untuk mengobati kekecewaan sayah terhadap perfilman Indonesia dan untuk Lembaga Sensor Indonesia yang tidak jeli melihat tren perkembangan perfilman di negeri kita ini yang semakin hari film dihasilkan tidak mendidik, dan karena sayah tau bahwa bibit-bibit muda berkualitas ada di negeri kita tapi mengapa yang dihasilkan seperti itu??apa hanya untuk mengejar materi saja kah??
wallahualam :)


39 comments:

inge / cyber dreamer on 10:13 PM said...

film itu emang wajib tonton ^^

Itik Bali on 10:48 PM said...

Bagus kayanya Filmnya mba
biasa kalo bang Deddy Mizwar (bang?? sok akrab deeehhhh)

TRIMATRA on 10:49 PM said...

resensinya mantab kok, aku aja jadi kepengen nonton baca ceritamu. nice post

Bunglon Blog on 10:57 PM said...

mampir perdana mbak, slam kenal dl ya
wehe iya saya belum sempet nonton nech sepertinya seru ya mbak

Sukses Slalu!

Seiri Hanako on 11:00 PM said...

eh kamu juga lagi di Manado ya?
mau donk ketemuan
kapan bisa?
sms aku di 085756082350
ku tunggu ya
umhh jarang-jarang lho bisa ketemu sesama blogger
apalagi di Manado jarang banget...
nggak pernah malah

elpa on 11:11 PM said...

y nih penasaran jadinya pingin nonton,bc cerita mu pun kesannya udah menarik lucu baget keknya...hahahaha bs ketawa dunk

nitya on 11:41 PM said...

aku belom nonton, tapi biasanya garapan Deddy Mizwar selalu bagus..
:)

Sudino Dinoe on 11:55 PM said...

Benar mbak..film ini sangat bagus utk kita tonton ,karena alur ceritanya dan aktor diangkat langsung dari jalanan..

nietha on 12:15 AM said...

nunggu diputerin di tipi aja deh..

waroeng coffee on 12:54 AM said...

pinter ngereview nih hehe, btw pilem indonesia kayaknya gak ada yg bagus deh, untung pemaennya kelas kakap kayak om dedy mizwar hmmmm, jadi ada dikit nilai plus :) tq dah berbagi :)

rizal on 1:22 AM said...

film yang bagus, memang pendidikan tinggi belum menjamin seseorang berkelakuan baik....ya beener alangkah lucunya negeri ini..

salam kenal..

Sou Stalker on 6:06 AM said...

wah,thanks atas rekomendasi filmnya,nanti coba-coba ntn. Met pagi ya.

Clara on 7:44 AM said...

hmmmm..., lumayan sih refrensinya...hehehhe...tapi tampaknya belum ada cukup waktu untuk nonton

eka on 9:09 AM said...

Malah baru tahu saya, ada filmnya pak Deddy Mizwar yang baru. Terimakasih, Ranny.
*tidak gaul mode on*

catatan kecilku on 10:36 AM said...

Makin ingin nonton niy... soalnya semua yg nulis tentang film ini bilang bahwa ini film yg bagus..!

the others... on 10:37 AM said...

Review filmnya mantap niy...
Salut utk Deddy Mizwar yg selalu menghasilkan karya2 bermutu

siroel on 11:41 AM said...

saya pengen nonton film ini...

deekkyy on 1:46 PM said...

wah keren nih blogger wanita..udah lama ya ngeblognya salut..kalo aku dari tahun 2009..hehe
kunjungi balik...

attayaya on 2:35 PM said...

lucu ya?
jiahahahahahahahaha....
wkwkwkwkwkwkw...

tapi ada sedihnya juga
patut menonton ranny
eeeh menonton pelem ini

Lilah on 3:02 PM said...

Happy cinema...

Inuel^-^ on 5:06 PM said...

lucu ya kayak aku :D, jadi pengen nonton muluk hikz.. hikz... hikkkkkkkkkzzzz..

Isti on 7:52 PM said...

pengen bgt nonton, smg masih ada di bisokop..

Blogger Gombong on 12:36 AM said...

film2 deddy mizwar memang OK, pesan moralnya kental banget

buwel on 2:16 AM said...

Setuju semua tentang reviewannya ny, sip... moga meledak neh film. he

achen on 2:17 AM said...

sama kek bbuwell.. hihii

mocca_chi on 6:19 AM said...

jangan maksa nonton indo klo nda doyan, tp klo ak ke bioskop am temen, lagu wajibny filem indo kr dia ga suka baca terjemahan wkwkwkwkwk

mar yoyoyo on 11:23 AM said...

hayooo..kita tonton...

clingakclinguk on 11:32 AM said...

sudah lama ndak nonton film di 21, apalagi film indonesia, sepertinya film indonesia yang terakhir saya tonton adalah...Laskar Pelangi, hahahaha...sudah lama banget berarti.

meskipun blom nonton film Alangkah Lucunya ini, saya percaya film garapan Deddy Mizwar ini adalah film yang bermutu dan layak ditonton :D

NyieL ^_^ on 12:40 PM said...

Pilem baguz nch kayaknya,
Wajib ditonton nch!

SetahuQ pilem garapan Om Dedy memang sarat makna n mendidik!

Salute 4 Om Dedy ^^

BrenciA KerenS on 9:41 PM said...

aku lagi nunggu keluar CDnya... biar puas nontonnya berkali-kali... :)

ariefborneo on 9:48 PM said...

Kunjungan perdana frend...film na bgus bgd nie!!!
Pa lg besutan stradara na dedi mizwar pasti d jamin mantap jln cerita na...
Thnxs info na..slam kenal aja n maen k blog w..thnxs

Rumah-sehat afiat on 10:06 PM said...

film desy mizwar tidak saja hanya mendidik tapi juga sangat menghibur. dan film - fim seperti ini adalah film yang ditunggu masyarakat kita. Sukses untuk anda . Postingan yang bagus . merekomendasikan film yang bermutu

kawanlama95 on 10:08 PM said...

Salut untuk om dedy yang selalu menghasilkan film spektakuler. wah ini perlu didukung untuk menghasilkan kondisi perfilman yang sehat. yukk ngajak kawan2 kita dan keluarga kita untuk nonton film ini. Salut untuk pemilik blog ini mempost tentang ini

edi jabrik on 12:28 AM said...

lucu...palgie liat filmnya...

baims on 12:46 AM said...

mampir dulu ahh.. moga ntar jg mampir k blognya saya..
oh ya.. dimana ya bs kita2 download film ini kok gak dikasih linknya lansung?

Anonymous said...

Aber argumentiere ich, dass entweder Match-Methode, schmuck thomas sabo die Partner sollten die Integration zwischen kulturellen thomas sabo glaube liebe hoffnung Ressourcen zu betonen, nach dem Markt und ihre jeweiligen Vorteile, entwickelte eine bestimmte thomas sabo shop geografische Gebiete oder Kundengruppen, den Vorteil der thomas sabo charm Kulturphilosophie andpandora Schmuck psychologischen Vorteil des Geistes angebote thomas sabo der Pandora Unternehmen Kultur. Regionale Kultur, der nationalen Kultur anhänger thomas sabo und der westlichen Kultur, die Kombination der traditionellen schmuck thomas sabo ketten Kultur, mit der modernen klassischen Kultur, thomas sabo schmuck Unternehmenskultur, kulturellen Bereich, etc., thomas sabo ohrringe abschattende Kombination aus neuen Kapazitäten und Pandora braeletproduct thomas sabo schmuck günstig Entwicklung kombiniert.

pengobatan alternatif kista on 10:18 AM said...

ikut menyimak gan

obat tradisional asam urat on 4:27 PM said...

nice gan

silviani on 11:37 AM said...

sukses selalu gan

 

Copyright © 2009 Grunge Girl Blogger Template Designed by Ipietoon Blogger Template
Girl Vector Copyrighted to Dapino Colada